Kenali bedanya Herbalis dengan Penjual Herbal
Bedanya seorang herbalis dengan penjual herbal itu cukup jelas, meskipun keduanya sama-sama berhubungan dengan tanaman obat.
1️⃣ Herbalis
Praktisi yang memiliki pengetahuan dan keterampilan atau keahlian dalam meramu, mengombinasikan, dan menerapkan herbal untuk tujuan kesehatan atau merawat sesuatu penyakit.
Paham Herbalisime menyatakan: "Biarkan makanan menjadi obat dan obat menjadi makananmu artinya pengambilan herbal sebagai makanan yang dapat menyempurnakan diet setiap hari. Di samping memberikan pengobatan herbal seorang herbalis perlu mencari dan memperbaiki berbagai faktor yang menpengaruhi kesehatan pesakit (pasien).
Memulihkan keseimbangan dan homeostatis adalah tujuan herbalis dalam menghadapi
penyakit. Menurut herhalis mengenal penyakit berarti mengenal seluruh pribadi pesakit,
reaksinya terhadap penyakit, potensi semua fungsi tubuh untuk mengembalikan kesehatan .
Fungsi tubuh ini bergantung kepada ketersediaan makanan, peredaran đarah. penyingkiran bahan beracun, kerja system saraf yang baik dan keseimbangun hormon.
Herbalis perlu berkeyakinan bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya seperti yang telah
diajarkan oleh Rasulullah SAW, "li kulli dain dawaun".
Keahlian: Memahami sifat-sifat tanaman, dosis, cara penggunaan, efek samping, dan interaksi antarherbal atau dengan obat medis.
Pendekatan: Biasanya melakukan asesmen terlebih dahulu—mencari tahu keluhan pasien, riwayat kesehatan, lalu memberikan rekomendasi atau ramuan khusus.
Tanggung jawab: Lebih mirip seorang terapis atau konsultan kesehatan alami.
Contoh: Orang yang menguasai ilmu fitoterapi, pengobatan ala nabi, atau tradisi pengobatan herbal lainnya, lalu menerapkannya untuk membantu penyembuhan.
2️⃣ Penjual Herbal
Fokus utama: Menjual produk herbal yang sudah jadi atau bahan mentahnya.
Keahlian: Tidak selalu paham detail khasiat, dosis, atau interaksi; pengetahuannya bisa terbatas pada manfaat umum atau informasi dari label produk.
Pendekatan: Lebih ke bisnis dagang—produk herbal disediakan dan dijual tanpa proses diagnosis atau peracikan khusus untuk setiap individu.
Tanggung jawab: Memberikan informasi sesuai brosur atau produsen, tanpa kewajiban memberikan layanan konsultasi.
Contoh: Toko jamu, agen MLM herbal, atau reseller kapsul herbal kemasan.